Tausiah Agama Nagari Alahan Mati Hilia Dengan Tema '' Apabila Memandang Enteng Lima Perkara Maka Akan Kehilangan Lima Perkara ''
Pada hari Jumat, 13 Februari 2025, Pemerintah Nagari Alahan Mati Hilia kembali melaksanakan kegiatan rutin tausiah agama yang diikuti oleh seluruh perangkat nagari. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini bertujuan untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta membangun kesadaran spiritual dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Dalam tausiah kali ini, Dai Nagari mengangkat tema “Apabila Memandang Enteng Lima Perkara maka akan Kehilangan Lima Perkara.” Tema tersebut memberikan pengingat mendalam bahwa ada lima nikmat dan kesempatan besar yang sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Adapun lima perkara yang disampaikan adalah sebagai berikut:
Pertama, kesehatan. Apabila seseorang memandang enteng kesehatan, maka ia akan kehilangan kesempatan untuk beribadah dan beramal saleh secara optimal. Kesehatan merupakan nikmat besar dari Allah SWT yang harus dijaga dan disyukuri.
Kedua, waktu. Jika waktu dianggap remeh, maka akan hilang berbagai peluang untuk melakukan kebaikan. Waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali, sehingga setiap detik harus dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat.
Ketiga, harta. Ketika harta dipandang enteng dan tidak digunakan pada jalan yang benar, maka keberkahan serta pahala akan hilang. Harta sejatinya adalah amanah yang harus dikelola dengan bijak dan digunakan untuk kemaslahatan.
Keempat, ilmu. Memandang enteng ilmu akan menyebabkan hilangnya kemampuan memahami agama dan kehidupan. Ilmu adalah cahaya yang membimbing manusia dalam mengambil keputusan yang benar.
Kelima, umur. Jika umur disia-siakan, maka kesempatan untuk bertaubat dan memperbanyak amal saleh akan hilang. Umur yang diberikan Allah SWT adalah peluang berharga yang tidak dapat diulang.
Selain lima perkara tersebut, Dai Nagari juga menekankan pentingnya menghormati ulama. Beliau menyampaikan bahwa apabila seseorang memandang enteng ulama, maka ia akan kehilangan ilmu. Ulama adalah pewaris ilmu Nabi, sehingga menghormati dan mengambil pelajaran dari mereka merupakan bagian dari menjaga dan memuliakan ilmu itu sendiri.
Kegiatan tausiah rutin ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh perangkat Nagari Alahan Mati Hilia agar senantiasa menjaga nikmat yang telah diberikan Allah SWT serta meningkatkan kualitas ibadah dan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan ini, nilai-nilai keagamaan semakin tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun dalam kehidupan pribadi.